Rabu, 18 Maret 2015
di
08.16
|
Senyummu
yang gugur satu-satu
Di
ranting pipimu
Seperti
panorama senja di Malimbu
Pelan-pelan
menelusup ke jantung lautan
Mata
yang memandang
Menjadi sakau
Mencipta
rindu
Pada
hati yang mencicipi
Malang, 2015
Senyum
Di
bibir pantai
senja
mulai remang menuju petang
engkau
selipkan senyum pada kantong celana kiriku
entah
kau sengaja atau tidak, aku tak perduli itu
namun
yang jelas
sehabis
tersiram asin air laut
tertiup
udara Malang-Mataram
dan
sedikit pupuk sebuah waktu
kini
ia bermetamorfosis menjadi rindu
entah
akan tumbuh menjadi cinta yang berbunga lalu buah
atau
akan menjadi kering, gugur, lalu mati
tampa
siraman senyum dan kecupmu lagi
Malang, 2015
Lombok
Pada
pedas plecingmu
Lidahku
bergoyang
Pada
senyum gadismu
Rinduku
berdendang
Madura, 2015
Lombok II
Di
pucuk-pucuk menara masjidmu
Rinduku
memangil-manggil
Di
pantai-pantaimu
Rinduku
pasang surut
Meminta
segera kecup
Pada
tanah-tanahmu
Jejak-jejakku
tertinggal
Menjadi
kenangan
Madura, 2015
SYAMSUL ARIFIN, Lahir
di Sumenep dan alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Sekarang namanya tercatat
sebagai Mahasiswa Unitri Prodi
Agroteknologi sekaligus aktif di teater KOPI.
Diposting oleh
syamsul
Label:
Puisi

0 komentar:
Posting Komentar