Rabu, 18 Maret 2015
di
07.59
|
Menghitung Rinai Hujan
Sore yang lembab
aku mencoba menghitung butir-butir hujan satu-satu
Mungkin ada air mata, butir rindumu yang ikut jatuh.
Sore yang basah
Aku kembali menghitung waktu yang hilang sia-sia
Menghitung berapa kali rinduku kepadamu,sayang
Menghitung barapa jarak waktu lagi yang harusku lalui dengan rindu
Malang, 23-11-14
Senja, Sehabis Hujan
Ketika senja yang lembab
Berganti menjadi gelap
Ada yang bergegas menuju sebuah rumah
Berkumpul dan berdoa
Sementara, di pucuk-pucuk bangunan
Ada yang menikmati pergulatan jiwa sendiri-sendiri..
Malang, 23-11-14
Banuaju
Tanahmu menyimpan aroma rindu
Tak bosan menuntut tumbal
:sebuah kepulangan
Malang, 23-11-14
Rindu
Sebab jarak yang merentang
Kita dapat saling merindu
Sehingga sebuah Pertemuan
menjadi sesuatu yang paling di tunggu
; nikmatnya serasa madu
sungguh aku ingin bersamamu selalu
Malang, 23-11-14
Syamsul Arifin, Lahir di Sumenep dan sekarang tinggal di Malang. Kini
namanya tercatat sebagai mahasiswa di Unitri Malang.
* Buletin Jejak
Diposting oleh
syamsul
Label:
Puisi

0 komentar:
Posting Komentar